Miswa jatuh cinta kepada seorang pemuda teman sekampusnya. Perasaan itu membuat Miswa gelisah berbulan-bulan. Penderitaan itu akhirnya memuncak. Miswa tak tahan lagi dan memutuskan untuk mengungkap isi hatinya secara langsung.
Pagi itu, Miswa mendekati sang pangeran, memandang wajahnya dan terdiam. Tiba-tiba Miswa menangis dan lari menjauhi sang pemuda tanpa sempat mengatakan apa-apa.
Ketika ditanya, Miswa mengaku melihat sehelai bulu hidung keluar dari lubang hidung sang pemuda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar